Rabu, 15 Mei 2019


"SIAPA yang tak mahu menghadap ALLAH dengan kelembutan kebaikan-Nya, maka dia akan ditarik dengan belenggu ujian."
مَنْ لَمْ يَقْبَلْ عَلَى اللهِ بِمُلاَ طَفَاتِ اْلاِحْسَان قَيَّدَ إِلَيْهِ بِسَلاَسِلِ اْلاِمْتِحَانِ.
-- Syeikh Ibnu Atha'illah dalam Al-Hikam.

Saudaraku, selama ini ALLAH selalu menarik kita untuk mendekati kepada-Nya dengan kelembutan anugerah-Nya, namun kita selalu tak menyedarinya. Berkali-kali dengan kelembutan kasih-Nya, Dia menarikmu untuk mendekati, tapi berkali-kali pula kita mengabaikan-Nya. Bahkan, kita berusaha melalaikan sejuknya ampunan dan manisnya rahmat ALLAH.
Jadi, lebih baik ditarik dengan lembut atau kasar? Apakah kita harus menunggu belenggu ujian-ujian untuk menghadap-Nya? Apakah menunggu sakit dan jatuh miskin, baru kita mau mendekati kepada ALLAH? Apakah kita menunggu amarah-Nya lalu memohon ampunan?!
 Fikir-fikirkanlah dan renung-renungkanlah!

0 zmn org suka mengomen:

TeRhAnGaT

get this widget here

nyinggoh borok ngekek

mai la slalu

Blog Archive

TerHangiTTT

SuaM KukU

tutorial kongsi panduan untuk beginner easy rider

sharing is caring bio sampei garing  utk sapa yg nak join geng kangkang@ketiak nampak