Isnin, 25 Mac 2019

“INGATLAH, engkau baru akan memperolehi kedudukan mulia dan tinggi di sisi Allah SWT jika engkau benar-benar mengikuti sunnah Nabi SAW. Sebaliknya, engkau justru akan diremehkan dan jauh daripada Allah jika engkau tidak mengikuti Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman, “Katakan (wahai Muhammad), ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”
- (QS Ali Imran [3]: 31).

Mengikuti Nabi SAW terwujud dalam dua hal; secara lahiriah mahupun batiniah. Aspek lahiriah berupa pelaksanaan solat, puasa, haji, zakat, jihad di jalan Allah, dan ibadah-ibadah lainnya. Sedangkan aspek batiniah berupa keyakinan akan adanya pertemuan dengan Allah dalam solat, disertai kekhusyukan dan perenungan maknanya terhadap bacaan-bacaannya.
Jika engkau sedang melakukan amal ketaatan seperti solat dan membaca Al-Quran, tetapi pada saat itu engkau tidak memiliki rasa takut, tidak berfikir, dan tidak boleh merenungi, bererti penyakit batin telah menghinggapi dirimu, oleh kerana kesombongan, ujub atau sejenisnya.”
Allah SWT berfirman, “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang jelas.”
- (QS Al-‘Araf [7]: 146).

Orang yang seperti itu tak ubahnya seperti orang yang sedang terkena penyakit demam. Baginya, semua makanan di mulutnya terasa pahit. Ia sama sekali tak merasakan kenikmatan makanan — yang mengundang selera dan lazat sekalipun — akibat rasa pahit di mulutnya. Orang seperti ini tak akan boleh merasakan nikmatnya ketaatan kepada Allah SWT.”

-- Syeikh Ibnu Atha’illah dalam kitab Bahjat An-Nufus.


0 orang adijauhari:

TeRhAnGaT

get this widget here

nyinggoh borok ngekek

MaKaSeH JeNgUk

Blog Archive

TerHangiTTT

SuaM KukU

lukisan simple semua orang ble buat sendiri