Khamis, 6 Disember 2018

Kerisauan dan kekecewaan selalu berhubungan dengan sesuatu yang akan datang. Sedangkan kesedihan berhubungan dengan masa lampau. Orang yang dekat kepada Allah, dan mampu menyaksikan kekuasaan dan kehendak-Nya, tentu tidak akan berasa sedih dan kecewa, sebab dirinya selalu merasakan kehadiran Allah, yang begitu dekat dan sangat dekat.

-- Syeikh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi.


Siapa yang hatinya bersinar dengan cahaya makrifat, ia tidak akan bersedih selamanya. Tetapi, jika orang yang mencapai maqam ini masih merisaukan kesedihan dan kekecewaan yang tak tertahankan, ketahuilah bahawa di dalam kesedihan, kekecewaan dan kerisauan itu masih ada faedah yang mulia. Kesedihan, kekecewaan dan kerisauan dapat menjernihkan hati dan memendam hawa nafsu, serta mengurangi kesenangan dunia.

-- Syeikh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi.



“JIKA hatimu masih berasa kecewa dan sedih bererti masih terhalang untuk menyaksikan-Nya,"

Syekh Ibnu Atha'illah.

Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahawa jika hati kita masih berasakan kecewa, sedih dan gelisah terhadap hal-hal yang bersifat duniawi, bererti hati kita masih terhalang daripada melihat Allah dengan mata batin. Jika tidak, tentu dia tidak akan berasa risau ataupun sedih atas hilangnya sesuatu dari dunia ini.


Isnin, 3 Disember 2018




layan se'round' 'jantan teristimewa' ni


edisi pelengkap: https://www.facebook.com/akublues.koponblues/videos/2620463874638353/


Diriwayatkan dalam hadith daripada Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA (wafat 63 H), menyebut bahawa Nabi salallahualaihiwassalam bersabda;

'Sesungguhnya Iman akan usang di dalam hati kalian seperti usangnya pakaian, mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman di dalam hati kalian...'

[HR Al-Hakim dan Al-Tabarani]



1562. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Muhammad bin 'Amru bin 'Alqamah dari Bapaknya dari Bilal bin Al Haris Al Muzani bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Seorang laki-laki mengatakan suatu kalimat yang diredhai Allah, sementara ia tidak tahu betapa besar kalimat itu, sehingga dengan kalimat itu Allah mencatat untuknya keredhaan-Nya sampai hari kiamat. Ada juga seorang laki-laki mengatakan suatu kalimat yang Allah murkai Allah, sementara ia tidak tahu betapa besar kalimat itu, sehingga Allah mencatat untuknya kemurkaan-Nya sampai hari kiamat."

MUWATTA MALIK



Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Janganlah kalian menjadi orang yang tergesa-gesa, suka menyebarkan berita-berita tidak baik tentang orang lain, dan suka membongkar rahsia-rahsia orang. Kerana sesungguhnya di belakang kalian ada bala’ (bencana) yang amat buruk, yang menjadikan kalian lemah (kerana ditimpa kesulitan yang berterusan), sehingga tercetus fitnah (keburukan-keburukan) yang besar dan berlarutan.”

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, lihat kitab Al-Adabul Mufrad, no. 327]


TeRhAnGaT

get this widget here

nyinggoh borok ngekek

mai la slalu

Blog Archive

TerHangiTTT

SuaM KukU

tutorial kongsi panduan untuk beginner easy rider

sharing is caring bio sampei garing  utk sapa yg nak join geng kangkang@ketiak nampak